Membuat repeater atau pancar ulang
sendiri mungkin menjadi kepuasan tersendiri, apalagi jika repeater yang dibuat
itu bisa dipergunakan oleh banyak orang dengan biaya yang relatif murah dengan
kualitas yang tidak beda dan kalah jauh dengan versi breanded, bagi mereka yang
mempunyai dana besar dan mempunyai keahlian di bidang elektronika apa lagi di
bagian teknik radio hal tersebut tidaklah menjadi penghalang untuk mempunyai
dan membuat repeater dengan kualitas yang terbaik.
Postingan kali ini saya tidak menggunakan kata atau
istilah-istilah teknik yang biasa dipergunakan oleh banyak rekan yang biasa
menuliskan artikel-artikelnya di blog atau disitus terkenal, saya berharap
dengan bahasa yang sederhana dapat dengan mudah dimengerti oleh teman-teman
pembaca. Membuat Repeater sendiri dengan menggunakan radio-radio yang biasa
dipergunakan tanpa harus mengganti dengan radio mahal seperti motorola, memang
dibutuhkan keahlian dibidang elektro dan teknik radio, terutama pada saat
mencari jalur COS di radio input atau radio RXnya.
Ok terlepas dari keahlian di bidang elektronika, kita sama-sama mencoba membuat
CORnya dan mencari dimana posisi COSnya, Beberapa peralatan pendukung yang
harus dilengkapi untuk membuat repater sederhana khusunya di bagian penggerak
relay atau CORnya :
1. Siapkan Multimeter/ Multitester
2. Solder Listrik + Timah Solder
3. Penyedot Timah (jika diperlukan)
4. Gunting/ Pisau Cutter
5. Kopi atau teh + camilan
Berikut komponen-komponennya,
1. PCB Lobang Halus/ PCB IC 2. Transistor C9013 3. Transistor C9012 4. Dioda
IN4148 5. Dioda IN4007 6. Resistor 100K 7.Resistor 10K 8. Radio RX dan Radio TX
9. Radio HT
Jalur COS Radio, untuk apa jalur COS tersebut pada repeater..?
Jalur ini sebagai sinyal penggerak CORnya, sinyal COS ini diambil dari radio
input/ radio yang digunakan sebagai radio rx, pada cos akan terjadi perubahan
besar level tegangan. Disaat radio mendapatkan sinyal atau dalam keadaan
standbye. besar level tegangan biasanya kisaran 0 Volt - 5 Volt, dan tidak
menutup kemungkinan bisa saja ada yang lebih atau kurang dari itu, itu semua
tergantung dari radio RX yang digunakan. supaya sedikit paham kita asumsikan
saja level tegangan diatas sebagai berikut :
0 Volt = Logika 0 atau Low
5 Volt = Logika 1 atau High
Sebagai contoh cos yang ditampilkan pada led, mungkin di HT V68 jika ada sinyal
yang masuk maka led hijau indikator akan menyala, jika dalam keadaan standbye
maka led tadi akan mati, nah perubahan kondisi inilah bisa kita jadikan sebagai
cosnya.

Apakah Semua radio bisa dijadikan
repeater ?
Pada dasarnya semua radio bisa dijadikan repeater selama radio tersebut masih
bisa dipergunakan layaknya kita berkomunikasi biasa (kontek-kontek), artinya
jika hendak dijadikan sebagai radio RX radio tersebut haruslah baik dalam
penerimaan sinyal, (selectiv), jika hendak di jadikan sebagai radio TX haruslah
radio tersebut bisa transmit.

Setelah jalur COS didapatkan dari radio RX, langkah selanjutnya membuat
rangkaian COR, untuk rangkaian COR ini bisa di buat dengan menggunakan satu
buah transistor dimana funsgi dari rangkaian cor tersebut hanya sebagai
penggerak PTT untuk radio TX, secara otomatis berdasarkan sinyal masukan dari
cos sebagai pemicunya
Repeater = Ulang artinya pengulangan, suara yang masuk di ulang kembali
dengan cara di pancarkan kembali pada saat yang bersamaan, oleh karena itulah
dibutuhkan rangkain penggerak PTT atau bisa kita sebut dengan COR, pada
rangkain COR Convensional biasanya dilengkapi dengan OPamp,TONE dan DTMF yang
memungkinkan kualitas suara bisa diperbaiki dan dapat di kendalikan dari jarak
jauh melalui nada tone DTMF, Kendali jarak jauh dengan menggunakan DTMF bisa
menggunakan radio HT biasa dengan menekan tombol angka, atau bisa juga dengan
menggunakan HP sebagai pengendalinya
Dari beberapa pertanyaan teman yang masuk keemail saya baik itu yang sudah
pernah mencoba membuat sendiri dengan menggunakan icom2100 sebagai repeater
hasilnya cukup memuaskan, dan berharap dengan membuat sendiri repeater kita
bisa lebih memahami bagaimana prinsip kerja dari pancar ulang tersebut.
Apa perbedaan buatan branded, dengan buatan sendiri/rakitan ?
Wah kalau ini pertanyaannya kembali ke personal masing-masing, ada diantara
mereka yang merasa puas dengan apa yang dibuat dengan tangannya sendiri dan ada
juga yang puas jika segala sesuatunya dinilai dengan harga yang mahal, kalau
versi saya produk brended sama dengan rakitan juga hanya saja tempat merakitnya
saja yang beda, rakitan sendiri mungkin dirakit dirumah dengan menggunakan
fasilitas komponen dan tools apa adanya, sedangkan yang brended dibuat bukan di
rumah tapi disuatu tempat yang memang memproduksikannya secara masal produk
tersebut. coba lihat penelitian beberapa rekan yang berada diluar negara kita
hampir semua mereka melakukan uji coba terlebih dahulu dengan berbagai try and
error, dan kemudian baru di produksi, kesimpulannya mereka bisa karena terbiasa
yang sudah terlebih dahulu melakukan ujicoba-ujicoba, so sampai kapan kita
menggunakan produk-produk mereka..?
wooo alah malah cerita terus, next Sebelum kita membuat rangkaian cornya ada
baiknya kita cari dulu cosnya, nah untuk cos itu diambil dari radio yang akan
dijadikan sebagai Input/ RX pada radio ini mungkin boleh radio yang sudah tidak
ada Final RFnya, untuk radio terserah teman-teman mau pake apa ? sebagai contoh
saja saya menggunakan ICOM 2100 cara ini hampir sama dengan yang lainnya:
Buka terlebih dahulu radionya, berlahan-lahan jangan sampe radio yang tadionya
nyala malah jadi mati, wkkwwk, kemudian siapkan radio HT dimana radio HT ini
kita gunakan sebagai alat bantunya, aturlah frekuensi radio yang akan dijadikan
sebagi input dengan HT tadi.
perhatikan
bagian yang diberi lingkaran merah, terdapat jumper conector antara motherboard
dengan panel depan, ambil multitester kemudian seting multiteseter tersebut
untuk mengukur tegangan DC, Pilih saja 50Volt DC, Probe yang berwarna hitam
pasang di ground atau dibody radio, kemudian nyalakan radio dan pastikan
frekuensi radio sama dengan HT
Setelah frekuensinya sama langkah selanjutnya gunakan probe multitester yang
berwana merah, coba satu-satu setiap pin conector penghubung antara
moteherboard dengan panel depan sambil menekan PTT pada HT dan lihat jarum
multitester, pada saat HT dilepas atau tidak ditekan sama sekali apakah jarum
bergerak atau tidak, kemudian coba tekan PTT HT apakah jarum bergerak ?
Diantara pin-pin tersebut pasti ada yang kondisinya seperti diatas, sampai
disini semoga bisa membantu, alasannya kenapa pencarian awal dimulai dari pin
antara board dengan panel depan, karena dipanel depan juga membutuhkan
sinyal-sinyal yang mengkondisikan perangkat dalam keadaan standbye dan receive,
satu contoh sederhana pada radio HT sering di tambahkan satu buah led indikator
yang menandakan bahwa radio sedang menerima sinyal, setelah menemukan jalur
COSnya tadi langkah selanjutnya pastikan kondisi COSnya seperti asumsi diatas
antara low dan high.
Jika radio dalam keadaan standbye level tegangan pada jalur cosnya Rendah 0
volt pada multitester jarum tidak bergerak alias LOW, Pada saat radio
mendapatkan sinyal yang dipancarkan oleh HT dan jarum multitester bergerak
level tegangan naik menjadi 5 volt atau High maka kita asumsikan Cosnya adalah
High.
Untuk apakah cos high low diatas.? sebenarnya low atau high bagi mereka yang
sudah pengalaman gak masalah, itu hanya membantu kita pembuatan rangkaian
CORnya, jika radio RX tersebut pada saat mendapatkan sinyal dari luar dan pada
jalur cos mengeluarkan sinyal tegangan sebesar 5 volt maka transistor yang
digunakan adalah NPN, dan sebaliknya jika jalur cos pada saat menerima sinyal
level teganggannya low maka transistor yang digunakan adalah PNP.
Perhatikan Skema rangkaian dibawah ini:

Perhatikan
rangkaian dasar diatas
Input diatas terhubung di kaki basis transistor, karena
transistor menggunakan type NPN maka transistor akan bekerja apa bila kaki
basis mendapatkan sinyal tegangan positiv, dimana tegangan ini kita ambil dari
jalur cos yang berlogika high, jadi pada saat kaki basis mendapatkan tegangan
positiv maka transistor akan bekerja, sehingga kaki emitor dan kolektor
terhubung, maka pada outpunya berlogika nol, arus dari ground lewat melalui
kaki emitor dan kolektor, dan RL menjadi tahanan beban, dan pada saat kaki
basis transistor tidak mendapatkan tegangan positiv maka transistor akan lepas,
kalau kita ibaratkan pada PTT ektramic yang biasa kita pergunakan, tegangan
basis sama dengan tangan kita untuk menekan ptt pada saat kita hendak berbicara
kita menekan ptt agar kontak atau tombol yang ada bisa terhubung dan pada saat
kita tidak ingin bicara tangan kita akan melepaskan tombol ptt dan kontak pun
akan kembali lepas.
Karena digunakan untuk pancar ulang yang membutuhkan kerja cepat dan terus
menurus secara otomatis maka diperlukanlah rangkaian yang dapat bekerja dengan
sendirinya itulah rangkaian COR, berikut ini rangkaian sederhana yang hanya
menggunakan satu buah transistor untuk mengerakkan relay, dimana relay inilah
yang nantinya sebagai point contact PTT radio TX pemancar repeaternya.

Rangkaian yang sederhan diatas bisa
dipergunakan untuk COS yang berlogika High, untuk tegangan VCC inputnya
sesuikan dengan tegangan relaynya, daftar komponen dari rangkaian diatas.
D1, D2 = IN4001
C1 = 470mf/16Volt
R1 = 10K
Q1 = 2SC9013
C2 = 10mf/25Volt
RLY = 5 Volt/8Volt/12Volt
Nilai komponen diatas tidak jadi patokan teman-teman bisa saja merubah nilai
tersebut, sesuaikan dengan tengangan cosnya, untuk transistor bisa gunakan apa
saja selama type NPN karena penggunaan transistor pada rangkaian diatas sebagai
saklar, sedangkan untuk capasitor C2 jika nilainya di perbesar bisa menjadi
delay pada repeater.
Artikel ini belum komplit. Mohon maaf koneksi sedang tidak bersahabat, silahkan
kunjungi kembali dikemudian hari untuk melihat postingan selengkapnya,
sama-sama belajar membuat repeater sederhana karya sendiri dan mengetahui
prinsip kerja dari repeater tersebut.